Minggu, 27 Maret 2022

Analisis SWOT TENUN

 ANALISIS SWOT TENUN


  Analisis Usaha ( SWOT )







-          STRENGHT ( kekuatan )

a.       Kualitas produk yang tinggi.

b.      Keunggulan design produk yang berbeda.

c.       Memiliki pelanggan tetap.

d.      Memiliki tenaga kerja ahli.

e.      Permintaan pesanan motif yang mengalir.

f.        Produk tersebut bisa dijual ke tempat lain/souvenir.

-          WEAKNESS ( Kelemahan )

a.       Banyaknya pesaing yang beroperasi di daerah lain yang sudah terkenal.

b.      Cukup sulit mendapatkan karyawan.

c.       Jika tidak kreatif mencari motif baru maka akan mengalami kerugian.

d.      Memerlukan jumlah modal yang sangat besar.

e.      Banyaknya perusahaan pertekstilan modern keterbatasan promosi.

-          OPORTUNITIES ( Peluang )

a.       Loyalitas pelanggan terhadap produk kemajuan teknologi hubungan baik dengan pelanggan masyarakat terlibat dalam proses produksi.

b.      Memberikan keuntungan yang maksimal.

c.       Permintaan pasar yang meningkat pada perayaan hari – hari tertentu.

-          THREATS ( Ancaman )

a.       Lingkungan pesaing yang ketat.

b.      Turunnya daya beli masyarakat.

c.       Kelangkaan bahan baku yang mudah ditiru.

d.      Persaingan dalam pemasaran yang sangat ketat.

e.      Mahalnya biaya iklan yang dibutuhkan untuk memasarkan produk agar. menjadi lebih terkenal di kalangan masyarakat.


Senin, 14 Maret 2022

Sejarah Tenun Ikat






Tenun ikat atau kain tenun merupakan kriya tenun berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan dan lungsi yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam pewarna.
Tenun ikat Troso sudah dimiliki oleh warga Desa Troso sejak tahun 1935 bermula dari alat tenun gedog warisan turun-temurun kemudian sekitar tahun 1943 mulai berkembang menjadi alat tenun pancal dan kemudian pada tahun 1946 beralih menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATMB) hingga saat ini. 

pada masa awalnya kain tenun ini dibuat khusus sebagai pelengkap pakaian raja. Sejak saat itulah keterampilan membuat kain tenun troso dimiliki oleh warga Desa Troso dan diwariskan secara turun temurun.

Pada saat tahun 60-an terjadi sebuah perkembangan signifikan pada industri tenun di daerah ini. Dimana saat itu para perajin tenun secara besar-besaran mulai beralih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menggantikan alat tenun tradisional. Produksi kain tenun lurik, mori dan sarung ikat mengalami perkembangan pesat secara jumlah maupun kualitas. Saat itu adalah masa keemasan dan kejayaan Kain Tenun Troso. Namun pada akhir tahun 70-an industri tenun Troso mulai mengalami kelesuan ekonomi. Banyak perusahaan tenun mengalami gulung tikar. Peristiwa ini diakibatkan karena mulai berdirinya perusahaan tenun besar di Indonesia yang menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Pengrajin tradisional tak mampu bersaing dalam hal harga sehingga industri tenun tradisional tidak berkembang dan bahkan banyak mengalami kebangkrutan.

Pada awal tahun 80-an, industri Tenun Troso sempat mengalami kebangkitan. Unit-unit usaha di pedesaan sempat tumbuh kembali. Produksi tenun tradisional Troso muncul kembali di pasaran. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Periode sulit mulai menghampiri lagi industri tenun ini sekitar tahun 1985-1988. Kondisi pasar lesu dan banyak pengusaha tenun mengalami kebangkrutan kembali.

Sampai akhirnya Gubernur Jawa Tengah yang menjabat pada waktu itu turun tangan demi menghadapi masalah ini. Lewat Surat Keputusan Gubernur No: 025/219/1988, yang isinya adalah mewajibkan seluruh pegawai pemerintah dan jajarannya di lingkungan propinsi Jawa Tengah untuk memakai produk tenun setiap hari Jumat. Upaya ini terbukti berhasil mendongkrak konsumsi masyarakat dan produksi tenun di Jawa Tengah, terutama di Troso sebagai pusat produksi kain tenun di Jawa Tengah. Para pengusaha tenun pun kembali bergairah mengembangkan usahanya

Pasar utama tenun ikat Troso saat ini adalah Pulau Bali yang hampir 80 persen hasil kerajinan dipasarkan di pulau itu dan sisanya ke beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Solo dan Pekalongan. 

Minggu, 17 Januari 2021

Tenun ikat


 "Kain Blangket"

100% Kain tenun ikat asli

• Bahan katun tenun

• Tebal dan menyerap keringat

• 100% tenaga manusia ATBM ( alat tenun bukan mesin )

• Size : Panjang = 230 cm

             Lebar     = 120 cm

Cocok dibuat untuk kemeja, Tunik, Dress/blouse, sarimbit, souvernir, selimut, bedcover dan fashion lainnya.

Good Quality

Menerima pesanan





Rabu, 11 Maret 2020

Sentra Tenun Troso

Kain Tenun Troso Jepara


Kain tenun troso ini mempunyai keunikan pada motifnya. Tidak hanya bernuansakan tradisional, etnik atau pun klasik. Namun, juga memiliki cita rasa yang modern dengan motif-motif kontemporer.

Tenun troso Jepara adalah salah satu kerajinan tenun yang berasal dari kota Jepara. Selain terkenal dengan industri ukir dan pantainya yang indah, ternyata kota ini juga mempunyai sentra kerajinan tenun yang cukup terkenal, tidak hanya di daerahnya saja, melainkan sudah merambah keluar kota bahkan mancanegara.

Proses pembuatan kain tenun ini tidak menggunakan mesin, melainkan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Sehingga proses pembuatannya cukup rumit. Satu jenis motif  kain saja bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan. Oleh karena itu, harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan batik cap.
Kain tenun troso ini mempunyai keunikan pada motifnya. Tidak hanya bernuansakan tradisional, etnik atau pun klasik. Namun, juga memiliki cita rasa yang modern dengan motif-motif kontemporer.
 Di antaranya adalah, motif krisna, motif ukir, motif rantai, motif naga, motif cempaka, motif dewi sri, dan lain-lain. Sehingga kain tenun ini cocok dipergunakan oleh berbagai kalangan, untuk digunakan di berbagai acara.



Landing page

 https://sites.google.com/view/tenunikat/halaman-muka